IFFINA 2012

IFFINA 2012 – IFFINA as one as the biggest furniture exhibition in Indonesia will present you the outmost quality of wide range Indonesia’s furniture and handicraft products.

IFFINA 2012 will feature more than thousands of potensial buyers,be a part of The biggest Furniture Fair in Indonesia .Made a good beginning in your business by becoming part of this event in the most beauty and unique exhibition on furniture in Indonesia most exotics country.

Why Should Visit?

IFFINA – The 5th International furniture and Craft Fair Indonesia, Nowadays become a premiere furniture exhibition in Indonesia,getting better and more attractive. for the fourth time IFFINA will bring experience and a trade fair exhibition which presents Magnificient and fascinating products in Indonesia

VISA FREE

11 countries and territories are eligible for a “Visa Free” facility. Those holding valid passports from the following countries will be granted a non-extendable 30-day Visa-Free Short Visit Permit upon arrival at an Indonesian international gateway without charge

Why Must Exhibit?

Simple answer for the questions above, the key is all that effective and efficient in summarizing all the events are all in it IFFINA. exhibition from potential buyers,exhibitor who sells quality products, and visitors who were very enthusiastic to this exhibition, make this event as your pacer into the furniture business world

WHAT THEY SAY ABOUT IFFINA

It seams that IFFINA now is accepted by European buyers. If you ad visitors from Western and Eastern Europe, Europeans have the highest share of all visitors. Of course the first reason for the success of IFFINA are the exhibitors and there products. Another reason is the professional organization of Dyandra Promosindo. This year IFFINA could offer all services you know from other international fairs and events like f.e. the perfect working shuttle service from and to the hotels. Also the infra structure on the fairground can compete with other shows like f.e. restaurants or the buyers lounge. Also the press center has reached a high standard. There are other, bigger fairs which offer less service. There are only a few fairs where journalists can find computers easily without waiting in a queue. IFFINA is on a real good way if organizers find always a good date within the Asean Furniture Fair Circuit. This event can have a great future.” –Helmut Merkel (editor in chief of MOBELMARKT), Germany

Tsunami Jepang : Ekspor Mebel DIJ Gusar


JOGJA – Terjadinya tsunami di Jepang dipastikan akan berimbas pada ekspor mebel dan kerajinan dari Provinsi DIJ. Meski diakui, saat ini belum ada tanda-tanda, namun ancaman seretnya ekspor ke Negeri Sakura itu dipastikan akan terjadi.
Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) DIJ Drs Yuli Sugiarto Memang mengatakan, selama ini ada beberapa jenis kerajinan dan mebel dijual ke Jepang.
“Kota-kota seperti Tokyo, Osaka dan Kobe selama ini menjadi pangsa pasar kami,” katanya. Diakui, kota-kota yang disebut itu tidak terkena dampak tsunami yang parah seperti di Sendai. Sehingga belum ada pembatalan pesanan dari pihak Jepang.
Namun jangka yang agak panjang, tsunami itu diyakini akan berpengarus. Hal itu terkait jalur transportasi dan distribusi yang akan mengalami gangguan.
“Pembelian produk mebel dan kerajinan biasanya merupakan pesanan jangka panjang, sehingga yang dimungkinkan adalah masalah penundaan dalam pendistribusiannya,” jelasnya.
Selama ini, prosentase pengiriman mebel dan kerajian dari Jogjakarta ke Jepang memang tidak begitu besar. Namun pengiriman kayu lapis ke Jepang tergolong sangat tinggi. “Sehingga yang paling terasa nanti adalah pengiriman kayu lapis ini,” lanjutnya.
Yuli memprediksikan bahwa recovery bencana di Jepang akan berpengaruh pada perekonomian global. Para pengusaha mebel yang tergabung dalam Asmindo DIJ mengakui ancaman kondisi ekonomi global tersebut. “Harapannya sih hanya penundaan saja dan bukan pembatalan,” katanya.
Seandainya itu harus terjadi, para pelaku industri mebel dan kerajinan di DIJ diminta bisa legowo. Toh selama ini, Jepang bukan merupakan pasar terbesar ekspor mebel dan kerajinan dari DIJ. Menurutnya, pasar terbesar ekspor mebel dan kerajinan DIJ masih pada Amerika dan Eropa. (hes)

Indonesia keberatan atas VPA Malaysia

JAKARTA. Perkembangan terbaru negosiasi penjanjian bilateral (bersifat sukarela) atau biasa disebut voluntary partnership agreement (VPA) antara Malaysia sebagai salah satu negara penghasil kayu dengan Uni Eropa menuai protes dari pengusaha kayu Indonesia. Mereka menganggap, Uni Eropa tidak adil.

Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo) melihat ada persoalan dalam aturan itu. Sebab, proses sertifikasi status legal kayu yang hanya berlaku pada kayu dari Malaysia semenanjung, dan tidak berlaku untuk kayu dari Borneo, itu tidak adil. “Kita tahu, banyak kayu ilegal Indonesia berada di sana,” kata Robianto Koestomo, anggota Apkindo dan Ketua Komite Industri Produk Hutan Kadin.

Sekadar menyegarkan ingatan, mulai tahun 2013, Uni Eropa akan memberlakukan aturan Forest Law Enforcement Governance and Trade (FLEGT) yang intinya, hanya membolehkan kayu legal yang bisa masuk ke 27 negara anggota Uni Eropa.

Nah, menurut Robianto, dalam pertemuan di Brussel, Belgia, pekan lalu, negosiator Uni Eropa John Bazil membenarkan bahwa Malaysia hanya akan meneken VPA untuk kawasan semenanjung. Tentu saja, langkah ini langsung diprotes oleh Apkindo.

Sebab, meski hanya menyetujui pengiriman dari semenanjung, toh kayunya juga berasal dari Borneo yang kebanyakan juga didatangkan secara ilegal dari Indonesia. Karena itu, Robianto telah menyampaikan keberatan pada Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Julian Wilson, kemarin (20/9).

Tapi, Wilson mengaku belum mengetahui perkembangan itu. “Saya belum menerima kabar itu, nanti akan saya cek,” ujarnya. Sebaliknya, ia lebih menyarankan Indonesia berfokus pada penerapan sistem legalisasi kayu atau sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) yang sudah dimiliki.

Maklum, di antara negara pengekspor kayu ke Eropa, baru Indonesia yang memiliki sistem SVLK. “Sistem memang sudah diterima oleh Uni Eropa dan termasuk dalam VPA Indonesia-Uni Eropa,” tambah Robianto. Indonesia memang sudah merampungkan negosiasi VPA sejak Mei 2011. Saat ini, Apkindo sedang ujicoba verifikasi 10 produk kayu.

Di antara negara pengekspor kayu ke Eropa, Indonesia memang menjadi negara Asia pertama yang telah meneken VPA. Selain Indonesia, ada empat negara Afrika yang sudah menekennya, yakni Kamerun, Kongo, Republik Afrika Tengah, dan Ghana.

Kemudahan negara yang sudah meneken perjanjian VPA memang dapat mengekspor kayu ke Eropa lewat jalur hijau alias tanpa pemeriksaan. Sebaliknya, negara pengekspor yang belum memiliki VPA dengan Uni Eropa harus melalui proses uji tuntas (due diligence) asal kayu.

Sumber : http://industri.kontan.co.id/v2/read/1316575577/77927/Indonesia-keberatan-atas-VPA-Malaysia-

NAMA-NAMA 15 FINALIS IFDC 2010

Berikut Daftar Nominasi IFDC 2 ( Indonesia Furniture Design Competition ) tahun 2010-2011

NO NAMA NAMA KARYA ASAL KOTA NO. KARYA DESIGN

1. SUSKARIYANTO KAWUNG COFFEE TABLE JEPARA 27

2. HOTMA SIAHAAN MANDO BANDUNG 185

3. DODIK WAHYU SAGUNG RUBIKS COFFEE TABLE YOGYAKARTA 151

4. WILLY PRATIKNO MENANGO BANYUMAS 147

5. NURIYANTO KE-PE-LAN JEPARA 14

6. DEVI KHOIRUDIN KIRO-KIRO JEPARA 164

7. ADI MUCHDILAH PUTIH MELATI NGANJUK 125

8. REO TEGUH PRAKASA CHITOS COFFEE TABLE YOGYAKARTA 246

9. AJIE BAYU BAWONO THE SPUTNIK YOGYAKARTA 253

10. ADI SANTOSA SISIR COFFEE TABLE SURABAYA 10

11. JANSEN LEWIS TRUSS COFTA TANGERANG 172

12. ABDUL AWAL MEY RUDIN KOMPOSISI TABLE JEPARA 193

13. AGUS RUDIYANTO RONGSENTI COFFEE TABLE JEPARA 227

14. YUNUS ADHIMUKTI MAJA COFFEE TABLE TANGERANG 261

15. EKO SULISTYO DOBLONG COFFEE TABLE JEPARA 25

ASMINDO – Indonesian Furniture and Craft Industry Association – Indonesian Furniture Association